14 Warga SAD Serahkan Diri Usai Keributan dengan TNI di Perkebunan Sawit Sarolangun

SAROLANGUN, JAMBI – Sebanyak 14 warga Suku Anak Dalam (SAD) yang diduga terlibat dalam keributan dengan anggota TNI di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Sari Aditya Loka (SAL), Kabupaten Sarolangun, Jambi, akhirnya menyerahkan diri ke Polres Sarolangun.

Peristiwa tersebut terjadi di area Inti 1 PT SAL, Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Keributan bermula ketika lima personel TNI yang sedang melakukan patroli keamanan di kawasan perkebunan mendapati sekelompok warga SAD membawa tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang diduga berasal dari area perkebunan.

Petugas kemudian merekam aktivitas tersebut menggunakan telepon genggam. Namun, tindakan itu mendapat penolakan dari warga.

Menurut Danrem 042/Garuda Putih (Gapu), Brigjen TNI Nyamin, warga kemudian berusaha merebut telepon genggam milik anggota TNI hingga membantingnya dan berupaya melakukan penyerangan.

Keributan pun terjadi antara kedua pihak. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga terlibat aksi kekerasan terhadap anggota TNI.

Akibat kejadian tersebut, satu anggota TNI dilaporkan mengalami luka memar.

“Luka memar saja,” kata Brigjen TNI Nyamin, Senin (31/8/2026).

Pasca-kejadian, kondisi di lokasi telah kembali kondusif. Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama kepolisian, TNI dan pihak terkait juga telah melakukan mediasi untuk meredam ketegangan.

“Situasi sudah kondusif dan sudah dimediasi sambil menunggu proses hukum,” ujar Nyamin.

Sementara itu, proses hukum terhadap warga yang diduga terlibat tetap berjalan. Sebanyak 14 orang telah menyerahkan diri ke Polres Sarolangun untuk menjalani pemeriksaan dan proses lebih lanjut.

Aparat mengimbau seluruh pihak agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri serta menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Exit mobile version