JAKARTA — Sebuah video yang memperlihatkan perlakuan terhadap aktivis kemanusiaan internasional dari Global Sumud Flotilla memicu kecaman dunia internasional. Dalam rekaman yang viral di media sosial, para aktivis terlihat dalam kondisi tangan terikat sambil dipaksa berlutut dan mendengarkan lagu kebangsaan Israel.
Video tersebut diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dan langsung menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Banyak pihak menilai tindakan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap warga sipil internasional yang tengah menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Dilansir dari Suara.com, sekitar 430 aktivis dari berbagai negara ditangkap oleh militer Israel saat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla berusaha menembus blokade menuju Jalur Gaza.
Peristiwa ini disebut memicu ketegangan diplomatik. Sejumlah negara dilaporkan mulai meminta penjelasan resmi dari pemerintah Israel terkait penahanan serta perlakuan terhadap para aktivis.
Di tengah gelombang kecaman, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan mengambil sikap berbeda dari Ben-Gvir. Netanyahu disebut meminta agar para aktivis segera dideportasi dan menghindari tindakan yang dinilai memperburuk tekanan internasional terhadap Israel.
Global Sumud Flotilla merupakan koalisi kemanusiaan internasional yang membawa bantuan untuk warga Gaza. Misi mereka bertujuan menembus blokade yang selama ini diberlakukan Israel terhadap wilayah tersebut.
Insiden ini kembali memperpanjang daftar kontroversi terkait penanganan Israel terhadap misi kemanusiaan internasional di kawasan konflik Gaza.















