Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus memperkuat program Sekolah Rakyat dengan menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, terutama mereka yang putus sekolah dan belum pernah mengenyam pendidikan formal.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa program ini tidak membuka pendaftaran secara umum. Sebaliknya, pemerintah melakukan penjangkauan langsung untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Yang diutamakan adalah anak-anak dari desil paling bawah, termasuk yang berisiko putus sekolah,” ujarnya.
Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem berasrama guna memberikan akses pendidikan yang lebih optimal bagi anak-anak dari latar belakang rentan, seperti anak jalanan, pengamen, hingga pemulung.
Namun, pelaksanaan program ini tidak lepas dari tantangan. Perbedaan kemampuan akademik siswa menjadi kendala utama, bahkan ditemukan siswa setingkat SMA yang belum mampu membaca. Untuk itu, pendampingan intensif dilakukan oleh tenaga pengajar yang telah diseleksi secara khusus.
Meski menghadapi berbagai hambatan, program ini mulai menunjukkan hasil. Ratusan siswa dilaporkan telah lulus, dengan sebagian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui beasiswa, sementara lainnya diarahkan ke dunia kerja.
Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi kelompok masyarakat paling rentan.
