Jambi — Pemadaman listrik massal (blackout) terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatra pada Jumat malam dan menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu secara luas. Sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga Lampung dilaporkan mengalami gangguan listrik serentak.
Berdasarkan informasi sementara yang beredar, gangguan diduga terjadi pada sistem transmisi interkoneksi tegangan tinggi 275 kV yang menjadi tulang punggung distribusi listrik antarwilayah di Sumatra. Akibat gangguan tersebut, sistem kelistrikan Sumatra Bagian Utara dan Sumatra Bagian Tengah disebut mengalami pemisahan jaringan (system separation) sehingga memicu blackout massal.
Sejumlah warga mengeluhkan lumpuhnya aktivitas rumah tangga, komunikasi, hingga transportasi akibat padamnya listrik secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Di beberapa daerah, jaringan internet dan sinyal telekomunikasi turut mengalami gangguan.
Informasi investigasi awal menyebut gangguan dipicu oleh masalah pada jaringan transmisi SUTET 275 kV, termasuk dugaan sambaran petir dan gangguan jaringan lain yang memperparah kondisi sistem interkoneksi Sumatra.
PLN dikabarkan telah menerjunkan tim teknis untuk melakukan penormalan sistem dan percepatan pemulihan listrik di wilayah terdampak. Beberapa daerah mulai berangsur normal, namun masyarakat masih berharap adanya penjelasan resmi yang transparan terkait penyebab utama blackout tersebut.
Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan publik terhadap keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya pada jaringan interkoneksi Sumatra yang sebelumnya juga pernah mengalami blackout besar pada tahun 2024 akibat gangguan gardu induk dan transmisi tegangan tinggi.
Masyarakat meminta PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transmisi dan infrastruktur kelistrikan agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat luas.















