JAMBI – Jasa Raharja Wilayah Jambi berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Juara 3 Program Initiative Uniqueness (PIU) 2026. Di balik pencapaian tersebut, terdapat inovasi teknologi berupa SAMSAT PIU Monitoring System, sebuah aplikasi yang dikembangkan untuk mendukung inovasi Jasa Raharja Wilayah Jambi.
Sosok yang berada di balik pengembangan aplikasi tersebut adalah Yofiko Firman, S.Kom, seorang developer yang lebih banyak bekerja di belakang layar.
Bagi Yofiko, keberhasilan tersebut bukan sekadar persoalan meraih peringkat atau mendapatkan piagam penghargaan. Ada kebanggaan tersendiri ketika ide, kebutuhan, diskusi, desain sistem hingga baris-baris kode yang dikerjakannya akhirnya menjadi sebuah aplikasi yang digunakan dan ikut berkontribusi dalam pencapaian Jasa Raharja Wilayah Jambi di tingkat nasional.
“Saya bukan orang yang dikenal banyak orang. Saya lebih sering berada di belakang layar, mengerjakan apa yang harus dikerjakan, menyelesaikan masalah, menulis kode, memperbaiki sesuatu yang belum berjalan, lalu memastikan semuanya bisa digunakan sebagaimana mestinya,” ujar Yofiko.
Ia mengungkapkan, kesempatan mengembangkan SAMSAT PIU Monitoring System merupakan sebuah kepercayaan yang sangat berarti baginya.
Aplikasi tersebut menjadi bagian dari inovasi Jasa Raharja Wilayah Jambi dalam mengikuti Program Initiative Uniqueness (PIU) Jasa Raharja, sebuah program internal dengan lingkup nasional yang melibatkan wilayah kerja Jasa Raharja dari berbagai daerah di Indonesia.
“Dan Alhamdulillah, inovasi dari Jasa Raharja Wilayah Jambi berhasil meraih Peringkat 3 Nasional,” katanya.
Menurut Yofiko, bagi sebagian orang pencapaian tersebut mungkin hanya terlihat sebagai sebuah peringkat. Namun, bagi dirinya, ada proses panjang dan pengalaman yang jauh lebih bermakna di balik penghargaan tersebut.
“Ada rasa bangga ketika sesuatu yang awalnya hanya berupa kebutuhan, ide, diskusi, desain sistem, dan baris-baris kode, pada akhirnya menjadi aplikasi yang benar-benar digunakan dan ikut menjadi bagian dari sebuah pencapaian,” tuturnya.
Terlebih, sistem yang dikembangkan tersebut dibuat untuk mendukung kebutuhan nyata di Jambi.
Karena itu, Yofiko mengatakan hal yang paling membahagiakan bukanlah ketika namanya tercantum dalam sebuah piagam penghargaan. Lebih dari itu, ia merasa bangga karena mendapat kesempatan untuk memberikan sesuatu bagi daerah melalui kemampuan yang dimilikinya.
“Yang membuat saya bangga adalah mengetahui bahwa saya pernah diberi kesempatan untuk ikut memberikan sesuatu bagi Jambi melalui kemampuan yang saya punya,” ungkapnya.
Ia pun menyadari bahwa pekerjaan seorang developer sering kali tidak terlihat oleh banyak orang. Pengguna hanya melihat aplikasi yang sudah siap digunakan, sementara proses panjang di balik pembuatannya kerap luput dari perhatian.
“Saya bukan siapa-siapa. Tidak punya nama besar. Tidak selalu terlihat. Dan mungkin sebagian besar pekerjaan seorang developer memang tidak pernah terlihat oleh orang yang akhirnya menggunakan hasilnya,” katanya.
Namun, pengalaman tersebut justru memberikan pelajaran penting baginya.
“Kita tidak harus menjadi orang terkenal untuk bisa mengerjakan sesuatu yang berarti,” ujarnya.
Menurut Yofiko, seseorang terkadang hanya membutuhkan satu kesempatan dan kepercayaan untuk membuktikan kemampuan yang dimilikinya.
“Kadang yang kita perlukan hanyalah satu kesempatan, seseorang yang memberikan kepercayaan, lalu keberanian untuk menjawab kepercayaan itu dengan pekerjaan terbaik yang bisa kita lakukan,” katanya.
Yofiko menyampaikan apresiasi kepada Jasa Raharja Wilayah Jambi yang telah memberikan kepercayaan dan penghargaan kepadanya dalam proses pengembangan aplikasi tersebut.
Baginya, piagam penghargaan yang diterima bukan sekadar dokumen, melainkan menjadi pengingat atas sebuah kesempatan yang pernah diberikan kepadanya untuk bekerja di belakang layar dan ikut membawa karya dari Jambi berbicara di tingkat nasional.
“Piagam ini akan saya simpan bukan hanya sebagai sebuah penghargaan, tetapi sebagai pengingat bahwa pernah ada sebuah kesempatan luar biasa yang diberikan kepada seseorang yang bekerja di belakang layar — dan kesempatan itu ternyata bisa ikut membawa sebuah karya dari Jambi berbicara di tingkat nasional,” ungkapnya.
Ia pun berharap ke depan semakin banyak karya, inovasi dan teknologi yang lahir dari daerah, dikembangkan oleh sumber daya manusia daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bangga menjadi bagian kecil dari perjalanan ini. Bangga bisa ikut membawa nama Jambi,” pungkas Yofiko.
