Viral Siswa SD Minta Tolong Presiden, LENTERA Desak Dirut PTPN IV Palm Copot Pimpinan Regional IV

Jambi – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Tanjung Lebar, Kecamatan Bahar Selatan, meminta bantuan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait kondisi sekolah mereka yang memprihatinkan.

Video tersebut menjadi perhatian publik karena sekolah berada di kawasan yang dikelilingi lahan Hak Guna Usaha (HGU) dan operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN IV Regional IV. Kondisi itu memunculkan sorotan tajam terhadap kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Lentera, Lendra, mendesak Direktur Utama PTPN IV PalmCo segera mencopot jajaran pimpinan PTPN IV Regional IV yang dinilai tidak peka terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitar perusahaan.

“Ini sangat memprihatinkan. Di tengah luasnya HGU dan aktivitas PKS yang beroperasi, justru ada sekolah yang kondisinya memprihatinkan sampai siswa harus meminta bantuan Presiden. Ini menunjukkan pimpinan PTPN IV Regional IV tidak peka dan tutup mata terhadap kondisi masyarakat sekitar,” ujar Lendra, Kamis (15/5/2026).

Lendra,Ketua LSM LENTERA

Menurutnya, perusahaan perkebunan negara semestinya memiliki tanggung jawab sosial yang nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), terutama di wilayah yang terdampak langsung aktivitas perusahaan.

LSM Lentera juga mendesak pemerintah untuk mengevaluasi izin HGU dan operasional PKS PTPN IV Regional IV apabila terbukti tidak menjalankan kewajiban sosial terhadap masyarakat sekitar.

Berita Lainnya  LSM LENTERA Akan Kembali Gelar Aksi di Pusat, Desak KEJAGUNG Telaah Legalitas PKS dan Penggunaan Anggaran HGU serta TJSL PTPN IV Regional 4 Jambi

Selain itu, Lendra meminta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dana CSR/TJSL PTPN IV Regional IV.

Ia menilai penggunaan anggaran CSR/TJSL perlu diaudit secara terbuka agar diketahui apakah benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat atau hanya sebatas kegiatan seremonial dan pencitraan internal perusahaan.

“Jangan sampai dana CSR/TJSL hanya habis untuk kegiatan internal dan seremonial, sementara kondisi sekolah di sekitar wilayah operasional perusahaan justru memprihatinkan,” tegasnya.

LSM Lentera menilai persoalan tersebut menjadi tamparan serius bagi manajemen PTPN IV Regional IV, terlebih video permintaan bantuan siswa SD itu telah viral dan menyita perhatian masyarakat luas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PTPN IV Regional IV belum memberikan tanggapan resmi terkait viralnya video tersebut maupun tuntutan yang disampaikan LSM Lentera.