Prabowo: Kekayaan RI Banyak “Dicuri” Lewat Tambang dan Perkebunan Ilegal

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia selama ini banyak bocor akibat praktik ilegal di sektor pertambangan dan perkebunan. Hal itu disampaikannya dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Indonesia merupakan negara yang sangat kaya, namun kekayaan tersebut belum sepenuhnya dinikmati rakyat karena adanya praktik pencurian sumber daya alam secara ilegal.

“Indonesia ini kaya, tapi kekayaan kita banyak yang dicuri lewat tambang dan perkebunan ilegal,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Prabowo, telah mengambil langkah tegas dengan menertibkan aktivitas ilegal tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ribuan tambang ilegal telah ditutup, sementara jutaan hektare lahan yang sebelumnya dikuasai secara tidak sah kini berhasil diambil alih negara.

“Hampir 5 juta hektare lahan sudah kita kuasai kembali,” ujarnya.

Berita Lainnya  Menag: Hilal Mustahil Terlihat, Puasa Ramadan 2026 Diperkirakan Mulai 19 Februari

Tidak berhenti di situ, pemerintah juga menargetkan pengambilalihan hingga 8 juta hektare lahan ilegal hingga akhir tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan negara atas sumber daya alam.

Langkah ini, menurut Prabowo, bertujuan agar kekayaan alam Indonesia dapat dikelola secara optimal dan hasilnya benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat.

“Kita ingin kekayaan bangsa ini digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” pungkasnya.