Pegawai Bea Cukai Lari Usai Diperiksa KPK, Kasus Dugaan Korupsi DJBC Jadi Sorotan

Jakarta – Seorang pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berinisial AD menjadi perhatian publik usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (9/5/2026). AD diketahui diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan DJBC.

Usai menjalani pemeriksaan, AD tampak berusaha menghindari awak media dan langsung berlari meninggalkan area gedung KPK tanpa memberikan komentar sedikit pun kepada wartawan yang telah menunggu sejak siang hari.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membenarkan adanya pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait perkara dugaan korupsi di sektor kepabeanan dan cukai.

“KPK menjadwalkan pemanggilan terhadap empat saksi untuk pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi terkait bea dan cukai di DJBC,” ujar Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta.

Budi menjelaskan, salah satu saksi yang diperiksa merupakan pegawai Bea Cukai berinisial AD. Sementara tiga lainnya berasal dari pihak swasta.

“AD sudah memenuhi panggilan penyidik dan hadir sekitar pukul 10.07 WIB untuk diperiksa sebagai saksi,” katanya.

Kasus yang tengah diusut KPK ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan beberapa waktu lalu terkait dugaan suap pengurusan impor barang dan pengaturan jalur kepabeanan.

Berita Lainnya  UU ASN Direvisi: PPPK Paruh Waktu Dihapus, Mutasi Wajib 2026 atau Kontrak Berakhir

Dalam proses penyidikan, KPK disebut telah menyita sejumlah uang tunai dalam berbagai mata uang asing, dokumen transaksi, hingga logam mulia yang diduga berkaitan dengan praktik suap dan gratifikasi di lingkungan DJBC.

KPK memastikan penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan akan ada pihak lain yang dipanggil maupun ditetapkan sebagai tersangka.

“KPK akan terus mendalami alat bukti dan menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara ini,” tegas Budi.

Kasus dugaan korupsi di tubuh Bea Cukai ini kembali menambah daftar panjang praktik rasuah di sektor pelayanan publik yang menjadi perhatian masyarakat luas.