CNG dan LPG Dibandingkan, Mana Lebih Hemat dan Aman untuk Rumah Tangga?

JAKARTA – Perdebatan mengenai penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan rumah tangga kembali mencuat. Kedua jenis bahan bakar gas tersebut dinilai memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, baik dari sisi efisiensi biaya maupun tingkat keamanan penggunaannya.

CNG merupakan gas alam terkompresi yang sebagian besar mengandung metana dan disimpan dalam tekanan tinggi. Sementara LPG adalah gas cair yang terdiri dari campuran propana dan butana yang selama ini umum digunakan masyarakat Indonesia untuk kebutuhan memasak.

Pengamat energi menilai CNG memiliki potensi lebih hemat dibanding LPG, terutama karena harga bahan bakarnya lebih murah dan emisi yang dihasilkan lebih rendah.

“Secara ekonomi, CNG memang lebih efisien dan ramah lingkungan dibanding LPG. Namun penerapannya untuk rumah tangga masih membutuhkan kesiapan infrastruktur yang memadai,” ujar Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, Kamis (8/5/2026).

Selain lebih hemat, CNG juga disebut memiliki tingkat keamanan lebih baik saat terjadi kebocoran. Hal ini karena gas CNG lebih ringan dari udara sehingga cepat menyebar ke atmosfer.

Berbeda dengan LPG yang sifat gasnya lebih berat dan dapat mengendap di area bawah ruangan, sehingga berisiko memicu ledakan apabila terkena percikan api.

Meski demikian, penggunaan CNG untuk rumah tangga dinilai belum sepenuhnya praktis. Tabung penyimpanan CNG membutuhkan tekanan sangat tinggi hingga sekitar 200 bar, sehingga memerlukan material tabung yang lebih kuat dan berat.

Berita Lainnya  KASN Dihapus, MK Perintahkan Pemerintah Bentuk Lembaga Independen Awasi ASN

“Keamanan tabung dan jaringan distribusi menjadi tantangan utama jika CNG diterapkan secara luas untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan.

Sementara itu, LPG masih menjadi pilihan utama masyarakat karena lebih mudah diperoleh dan jaringan distribusinya telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah juga masih mengandalkan LPG subsidi 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga masyarakat kecil.

Berikut perbedaan utama antara CNG dan LPG:

CNG lebih hemat dan rendah emisi.

LPG lebih praktis dan mudah digunakan.

CNG membutuhkan tabung bertekanan tinggi.

LPG memiliki distribusi lebih luas.

Risiko kebocoran CNG dinilai lebih kecil dibanding LPG.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, masyarakat diimbau tetap memperhatikan faktor keamanan, efisiensi, dan ketersediaan infrastruktur sebelum memilih jenis bahan bakar gas yang akan digunakan di rumah tangga.