Terduga Pelecehan Santri, Ahmad Al Misry Bakal Jadi Target Interpol

Jakarta – Pendakwah dikabarkan bakal menjadi target Interpol setelah Kepolisian Republik Indonesia mengajukan permohonan red notice terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santri laki-laki.

Pengajuan red notice tersebut dilakukan melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri dan saat ini masih dalam proses melalui portal resmi Interpol.

Kabag Jatranin Ses NCB Interpol Indonesia Kombes Pol Ricky Purnama mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Mesir untuk memastikan status kewarganegaraan Ahmad Al Misry.

“Sedang dalam proses pengajuan red notice-nya melalui portal Interpol,” ujar Ricky Purnama kepada wartawan, Jumat (9/5/2026).

Ia menjelaskan, koordinasi dengan pemerintah Mesir dilakukan guna memastikan apakah tersangka memiliki kewarganegaraan ganda atau tidak.

“Kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak Mesir untuk memastikan status kewarganegaraan yang bersangkutan,” lanjutnya.

Polri menyebut Ahmad Al Misry telah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia melalui proses naturalisasi karena menikah dengan perempuan Indonesia. Meski demikian, verifikasi tetap dilakukan untuk mendukung proses hukum lintas negara.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri resmi menetapkan Ahmad Al Misry sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap santri laki-laki. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara berdasarkan laporan yang diterima sejak November 2025.

Berita Lainnya  Perawat RSUP Hasan Sadikin Disanksi SP1 Usai Bayi Nyaris Tertukar

Kasus ini mencuat setelah sejumlah korban mengaku menjadi korban dugaan pelecehan dengan modus dijanjikan pendidikan dan sekolah ke Mesir. Mayoritas korban disebut merupakan santri laki-laki yang berada di lingkungan pendidikan keagamaan.

Sementara itu, Ahmad Al Misry sebelumnya membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Dalam pernyataan melalui media sosial, ia mengaku berada di Mesir sejak pertengahan Maret 2026 untuk mendampingi ibunya yang sedang sakit dan menjalani operasi.