Jakarta — Niat baik seorang warga untuk melerai aksi tawuran justru berujung tragis. Seorang pria bernama Nur Hasan (45) tewas tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) saat mencoba menghentikan bentrokan remaja di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2026) malam.
Peristiwa memilukan itu terjadi di sekitar perlintasan rel Jalan I Gusti Ngurah Rai. Berdasarkan keterangan warga, saat kejadian dua kelompok remaja terlibat tawuran sengit di area rel kereta dengan menggunakan batu, senjata tajam, hingga petasan.
Korban yang baru pulang usai menunaikan salat Isya, tergerak untuk melerai aksi brutal tersebut. Namun nahas, saat berada di dekat rel, korban diduga tidak menyadari adanya kereta yang melaju kencang.
KRL yang melintas dari arah Bekasi menuju Stasiun Jatinegara langsung menghantam tubuh korban. Benturan keras membuat korban terpental dan mengalami luka berat hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Ketua RW setempat mengungkapkan bahwa korban dikenal sebagai sosok baik di lingkungan. Saat kejadian, korban bahkan masih mengenakan pakaian koko.
> “Korban itu habis salat Isya, masih pakai baju koko. Niatnya mau melerai anak-anak yang tawuran,” ujar Ketua RW setempat.
Ia juga menyayangkan aksi tawuran yang terus berulang dan justru memakan korban jiwa dari warga yang tidak terlibat.
> “Ini yang jadi korban orang yang tidak bersalah. Tawuran ini sudah sangat meresahkan warga,” tambahnya.
Aksi tawuran tersebut sempat membuat suasana di lokasi mencekam. Sejumlah pengendara memilih berhenti karena khawatir terkena lemparan batu dan petasan. Bahkan, kereta yang melintas disebut sempat menjadi sasaran lemparan.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku tawuran yang terlibat dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aksi tawuran tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga dapat merenggut nyawa warga lain yang tidak bersalah.















