Menkes Budi Gunadi Merasa Gagal Usai Pasien BPJS Meninggal Diduga Menunggu Delapan Jam untuk Rawat Inap

Oplus_16908288

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku sangat terpukul atas meninggalnya pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, yang sebelumnya mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit.

Di hadapan awak media di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026), Budi menyampaikan bahwa setiap kabar meninggalnya masyarakat menjadi pukulan tersendiri baginya sebagai Menteri Kesehatan.

“Buat saya sebagai Menteri Kesehatan, tugas saya adalah dari Bapak Presiden menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia dari 72 ke 76,” ujar Budi.

Menurutnya, target peningkatan angka harapan hidup bukan sekadar capaian statistik, melainkan wujud tanggung jawab negara dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak sehingga dapat hidup lebih sehat dan lebih lama.

“Jadi setiap ada yang meninggal itu hati saya sedih. Apalagi kalau meninggalnya muda. Saya merasa saya sebagai Menkes tuh gagal, kok teman-teman kita ada yang meninggal muda,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas sorotan publik terhadap kasus meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan yang diduga sempat menunggu selama sekitar delapan jam untuk memperoleh kamar rawat inap.

Kasus ini memicu perhatian luas dan kembali mengangkat persoalan kapasitas layanan rumah sakit, ketersediaan tempat tidur, serta kecepatan pelayanan terhadap peserta BPJS Kesehatan.

Kementerian Kesehatan menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan masyarakat dapat memperoleh akses layanan medis secara cepat, aman, dan bermutu.

Exit mobile version