Istri Dirut PTPN IV Jatmiko Disorot, “Sedekah” IKBI Pakai Uang CSR Perusahaan

Ketua IKBI PTPN IV PalmCo, Ny. Lina Jatmiko

Jambi – Kegiatan bertajuk “Gema Sedekah” yang digelar Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PTPN IV Regional IV di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, menuai sorotan publik. Aksi yang dikemas sebagai kegiatan sosial tersebut ternyata menggunakan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR milik perusahaan.

Dalam kegiatan itu, Ketua IKBI PTPN IV PalmCo, Ny. Lina Jatmiko, yang merupakan istri Direktur Utama PTPN IV, tampil memimpin langsung penyaluran bantuan kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu. Ia didampingi Ketua IKBI Regional IV Jambi, Ny. Yusnidar Khayamuddin.

Kegiatan ini sebelumnya dipublikasikan sebagai bentuk kepedulian sosial melalui “sedekah” IKBI. Namun fakta yang terungkap justru menimbulkan pertanyaan serius, lantaran sumber pendanaan berasal dari program TJSL perusahaan, bukan dari dana pribadi atau iuran anggota organisasi.

Sorotan semakin menguat setelah Sekretaris PTPN IV Regional IV, Hariman Siregar, secara terbuka mengakui bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program perusahaan.

“Pelepasan bibit ikan ini merupakan kerja IKBI dan PTPN Regional IV dengan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Ada sebanyak 1.500 lebih ikan nila yang kami lepaskan dan pelihara di kolam stunting di areal Kayu Aro,” ujar Hariman.

Kritik keras pun datang dari Ketua Laskar Aswaja Jambi, Wahyudi, yang menilai praktik tersebut tidak etis dan mencederai makna sedekah itu sendiri.
“Ini sangat memalukan. Jangan bungkus kegiatan CSR perusahaan dengan label sedekah seolah-olah dari organisasi IKBI. Kalau memang sedekah, gunakan dana pribadi, bukan uang perusahaan,” tegas Wahyudi.

Wahyudi, Ketua DPW Laskar Aswaja Prov Jambi

Ia juga menilai penggunaan dana TJSL dalam kegiatan yang melekat dengan organisasi istri pejabat berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

“Dana CSR itu ada aturan dan peruntukannya untuk masyarakat, bukan untuk pencitraan kelompok tertentu. Ini harus dijelaskan secara transparan, jangan sampai publik menilai ada penyalahgunaan,” tambahnya.

Kondisi ini dinilai semakin memperkuat dugaan bahwa kegiatan yang diklaim sebagai aksi sosial tersebut tidak sepenuhnya murni, melainkan memanfaatkan anggaran perusahaan.

Sejumlah pihak pun mendesak agar manajemen PTPN IV memberikan penjelasan terbuka terkait mekanisme penggunaan dana TJSL dalam kegiatan tersebut, termasuk sejauh mana keterlibatan IKBI dalam program CSR perusahaan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak manajemen PTPN IV terkait polemik ini.

Kegiatan “Gema Sedekah” yang awalnya dipuji sebagai aksi sosial, kini justru memunculkan polemik di tengah masyarakat: apakah benar bentuk kepedulian, atau sekadar pencitraan yang dibiayai oleh uang perusahaan?

Exit mobile version