JAKARTA – Ancaman terhadap anak-anak di dunia digital kian mengkhawatirkan. Platform game populer seperti Roblox dan Minecraft kini disebut-sebut menjadi celah masuk bagi pelaku kejahatan untuk membidik anak-anak Indonesia.
Fenomena ini mencuat seiring meningkatnya interaksi sosial di dalam game, yang tidak lagi sekadar sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi terbuka antar pengguna dari berbagai belahan dunia.
Sejumlah pihak mengingatkan bahwa fitur chat, pertemanan, hingga komunitas dalam game dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk mendekati anak-anak. Modusnya beragam, mulai dari mengajak berkenalan, membangun kepercayaan, hingga berlanjut ke komunikasi pribadi yang lebih intens.
“Anak-anak sering kali tidak menyadari bahwa lawan bicara mereka di dalam game bisa saja orang dewasa dengan niat buruk. Ini yang menjadi celah terjadinya grooming,” ujar salah satu pengamat keamanan digital.
Dalam praktiknya, pelaku kerap menggunakan pendekatan persuasif agar anak merasa nyaman. Setelah itu, tidak jarang berujung pada permintaan data pribadi, penipuan, hingga potensi eksploitasi yang lebih serius.
Tak hanya itu, lemahnya pengawasan serta masih terbatasnya literasi digital anak turut memperbesar risiko. Banyak anak yang dengan mudah membagikan informasi pribadi tanpa memahami dampaknya.
Pakar keamanan siber menegaskan bahwa ancaman ini bukan berasal dari platform semata, melainkan dari interaksi antar pengguna yang sulit dikontrol sepenuhnya.
“Platform seperti game online memang menyediakan fitur komunikasi. Namun yang perlu diwaspadai adalah siapa yang berada di balik akun tersebut,” tegasnya.
Untuk itu, peran orang tua menjadi kunci utama dalam melindungi anak dari ancaman digital. Pengawasan saat anak bermain game, pembatasan akses komunikasi, serta edukasi tentang bahaya dunia maya dinilai sangat penting.
Orang tua juga disarankan untuk mengaktifkan fitur pengamanan seperti parental control, serta mengajarkan anak agar tidak mudah percaya dengan orang asing di dunia digital.
Dengan meningkatnya kasus serupa, masyarakat diimbau untuk lebih waspada. Dunia game yang terlihat aman dan menyenangkan, ternyata bisa menjadi pintu masuk kejahatan jika tidak diawasi dengan baik.
Kesimpulan, game seperti Roblox dan Minecraft tetap bisa dimainkan dengan aman, selama ada pengawasan dan pemahaman yang cukup. Tanpa itu, anak-anak berisiko menjadi target empuk kejahatan digital yang semakin canggih.
