Update Muktamar NU 2026: Jadwal Mulai Mengerucut, Lokasi Belum Diputuskan, Bursa Ketum Masih Cair

JAKARTA – Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026 mulai menunjukkan perkembangan. Jadwal pelaksanaan disebut-sebut mengerucut, namun lokasi dan kandidat Ketua Umum masih menjadi teka-teki.

Sejumlah pengurus NU mengungkapkan bahwa Muktamar NU 2026 diproyeksikan berlangsung pada pertengahan hingga akhir tahun, dengan rentang waktu sekitar Juli hingga Agustus 2026. Bahkan, muncul usulan agar muktamar digelar pada 1–5 Agustus 2026, mengikuti pola pelaksanaan sebelumnya.

Selain agenda utama muktamar, NU juga akan menggelar rangkaian kegiatan pendahuluan seperti Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan strategis organisasi.

“Pelaksanaan muktamar memang direncanakan pada 2026, dengan tahapan-tahapan yang sudah mulai disiapkan dari sekarang, termasuk Munas dan Konbes,” demikian keterangan yang disampaikan dalam laporan tersebut.

Lokasi Masih Dibahas
Hingga kini, lokasi resmi pelaksanaan Muktamar NU ke-35 belum ditentukan. Sejumlah daerah dikabarkan mengajukan diri sebagai tuan rumah, di antaranya Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Barat, hingga DKI Jakarta.

Penentuan lokasi disebut akan diputuskan melalui musyawarah antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dengan mempertimbangkan kesiapan daerah serta faktor strategis lainnya.

“Lokasi masih dalam pembahasan. Banyak daerah yang siap menjadi tuan rumah, namun keputusan akhir akan ditetapkan melalui mekanisme organisasi,” ujar salah satu sumber.

Bursa Ketua Umum Mulai Menghangat
Sementara itu, dinamika politik internal NU mulai terlihat dari munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut berpotensi maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Beberapa tokoh dikabarkan mulai mendapat dorongan dari kalangan kiai dan pengurus daerah. Salah satunya adalah KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam yang menyatakan kesiapan maju.
“Saya diminta para kiai untuk siap jika memang dibutuhkan,” ujar Gus Salam dalam pernyataannya.

Di sisi lain, nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dipastikan tidak akan ikut dalam bursa pencalonan. Ia menegaskan tidak memiliki keinginan untuk maju dalam kontestasi tersebut.

“Saya tidak akan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU,” tegasnya.
Adapun peluang petahana untuk kembali maju masih terbuka, meskipun hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait hal tersebut.

Dinamika Masih Sangat Cair
Hingga saat ini, belum ada daftar resmi kandidat Ketua Umum PBNU. Seluruh nama yang beredar masih sebatas wacana dan dinamika internal organisasi.

Muktamar NU 2026 dipastikan akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan, termasuk dalam memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet kepengurusan.

Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, publik kini menanti kepastian lokasi serta menguatnya peta persaingan calon Ketua Umum di tubuh NU.

Exit mobile version