Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Diprediksi Melonjak Tajam

Sorotpost – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dikabarkan menutup akses pelayaran di Selat Hormuz. Langkah ini dipicu eskalasi konflik menyusul serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.
Penutupan jalur strategis tersebut memicu kekhawatiran pasar global. Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur pelayaran terpenting dunia, dengan sekitar sepertiga perdagangan minyak mentah global melintas di kawasan tersebut setiap hari.
Analis energi memperingatkan, jika gangguan berlangsung dalam waktu lama, harga minyak mentah dunia berpotensi melonjak drastis bahkan bisa mencapai dua kali lipat dari level normal. Dalam jangka pendek saja, pasar diperkirakan langsung merespons dengan lonjakan harga signifikan akibat sentimen risiko dan kekhawatiran terganggunya pasokan.
Sejumlah perusahaan pelayaran dan energi dilaporkan mulai menahan pengiriman melalui kawasan tersebut demi alasan keamanan. Kondisi ini mempersempit pasokan global dan meningkatkan tekanan terhadap negara-negara pengimpor minyak, khususnya di kawasan Asia yang sangat bergantung pada distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak berisiko memicu dampak lanjutan, mulai dari lonjakan harga bahan bakar, inflasi global, hingga potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Meski demikian, sejumlah pengamat menilai penutupan total dalam jangka panjang akan merugikan banyak pihak, termasuk Iran sendiri sebagai negara pengekspor minyak.
Hingga kini, situasi di kawasan masih dinamis dan pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi stabilitas energi global.

Berita Lainnya  Geger Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi, Asal Usulnya Masih Misterius