Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng, Sebar Propaganda via Medsos

SULTENG – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali mengungkap aktivitas jaringan terorisme di Sulawesi Tengah. Sebanyak delapan terduga teroris berhasil diamankan dalam operasi yang digelar di wilayah Kabupaten Parigi Moutong dan Poso, Rabu (6/5/2026) dini hari.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Aswin Siregar, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menjelaskan, para terduga merupakan bagian dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang masih aktif menyebarkan paham radikal.

“Benar, Densus 88 telah melakukan penangkapan terhadap delapan orang terduga teroris di wilayah Sulawesi Tengah,” ujar Aswin dalam keterangannya.

Menurut dia, dari hasil penyelidikan awal, para terduga memiliki peran dalam menyebarkan propaganda radikalisme melalui media sosial. Mereka diketahui aktif mengunggah dan membagikan konten berupa tulisan, gambar, hingga video yang berkaitan dengan ideologi terorisme.

“Para terduga ini terafiliasi dengan jaringan JAD dan terindikasi menyebarkan propaganda melalui platform digital,” jelasnya.

Selain aktivitas propaganda, Densus 88 juga masih mendalami keterlibatan para terduga dalam jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya rencana aksi teror lainnya.

Dalam operasi tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti, seperti perangkat komunikasi dan barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.

Berita Lainnya  Batas Lapor SPT Tahunan Badan Diperpanjang Hingga 31 Mei 2026

Penangkapan ini sempat mengejutkan warga sekitar. Salah satu terduga diketahui berprofesi sebagai pedagang buah dan dikenal sebagai warga biasa di lingkungannya.

Aswin menegaskan, pihaknya akan terus melakukan langkah pencegahan dan penindakan terhadap penyebaran paham radikalisme, termasuk yang dilakukan melalui media sosial.

“Densus 88 akan terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap siapa pun yang terlibat dalam jaringan terorisme demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.