Air Diduga Tercemar Limbah Sawit PTPN IV Jambi, Warga Muara Jangga Desak Tindakan Tegas – PTPN Bungkam

Batanghari – Warga Desa/Kelurahan Muara Jangga, Kabupaten Batang Hari, menyuarakan keluhan serius terkait dugaan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari limbah pabrik kelapa sawit milik yang beroperasi di wilayah Desa Simpang Aur Gading.

Berdasarkan keterangan warga, limbah pabrik tersebut diduga dialirkan ke sungai yang bermuara langsung ke kawasan Muara Jangga. Sungai ini diketahui memiliki keterkaitan dengan sumber air baku PDAM yang selama ini digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga mengaku resah setelah melihat perubahan kondisi air sungai dalam beberapa waktu terakhir. Air disebut berubah warna, berbau tidak sedap, dan diduga telah mencemari lingkungan sekitar. Bahkan, keberadaan ikan di sungai kini semakin jarang ditemukan.

“Kami khawatir karena sungai ini dekat dengan sumber PDAM. Kalau tercemar limbah, kami masyarakat yang paling dirugikan,” ujar seorang warga.

“Air ini dipakai warga untuk berbagai keperluan. Sekarang ikan di sungai sudah jarang terlihat. Jangan sampai nanti ada korban baru pemerintah bertindak,” tambah warga lainnya.

Masyarakat menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Jika dugaan pencemaran benar terjadi dan dibiarkan berlarut-larut, dampaknya tidak hanya merusak ekosistem sungai tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan warga.

Berita Lainnya  Pelajar SMP Tewas dalam Ledakan Petasan Balon Udara di Ponorogo

Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan pengecekan, pengambilan sampel air, dan investigasi menyeluruh.

Selain itu, masyarakat meminta pihak perusahaan bertanggung jawab dan tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah.

“Ini soal air bersih. Jangan sampai aktivitas perusahaan mengorbankan kesehatan dan keselamatan warga,” tegas warga.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Regional IV memilih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pencemaran limbah yang dikeluhkan warga Muara Jangga.