Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin pagi, memicu peringatan dini tsunami dari BMKG.

BMKG mencatat gempa terjadi pukul 06.37 WIB dengan pusat berada 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.

Gempa tersebut berada pada kedalaman 47 kilometer dan tergolong gempa menengah yang berpotensi memicu gelombang tsunami berbahaya.

Setelah analisis cepat, BMKG segera mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir di kawasan timur Indonesia.

Wilayah yang masuk peringatan meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur bagian pesisir.

BMKG meminta masyarakat yang berada di kawasan pantai segera menjauhi garis pantai dan mengikuti arahan petugas setempat.

Pemutakhiran data BMKG menunjukkan gelombang tsunami telah terdeteksi di sejumlah titik pemantauan dengan ketinggian bervariasi.

Talengan menjadi lokasi dengan gelombang tertinggi mencapai 0,75 meter, disusul Paleleh setinggi 0,45 meter dan Melonguane.

Selain itu, gelombang juga terdeteksi di Tanjung Sidupa, Tahuna, Bitung, Ulu Siau, Ternate, serta Loloda Halmahera Barat.

Berita Lainnya  Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar

Gempa kuat tersebut turut dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Utara dan memicu kepanikan warga setempat.

BMKG menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap kemungkinan dampak susulan yang terjadi.

“Masyarakat di wilayah pesisir yang masuk peringatan dini tsunami agar segera menjauhi pantai dan mengikuti informasi resmi BMKG,” ujar BMKG.

Hingga kini, BMKG masih terus memantau perkembangan aktivitas seismik dan kondisi muka laut pascagempa tersebut secara intensif.

Masyarakat diimbau hanya mengakses informasi dari sumber resmi guna menghindari hoaks yang beredar di media sosial.