JAMBI – Empat kreator konten berstatus ASN di Jambi akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah video terkait gaji ke-13 memicu polemik.
Sebelumnya, video berdurasi singkat itu beredar luas di media sosial dan menuai berbagai tanggapan masyarakat.
Konten tersebut menampilkan sejumlah ASN dengan narasi yang dinilai menimbulkan kesalahpahaman terkait kebijakan gaji ke-13.
Akibatnya, publik mempertanyakan etika ASN dalam membuat konten yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah.
Menanggapi polemik itu, Pemerintah Provinsi Jambi segera melakukan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang.
Selain itu, pihak terkait memanggil empat ASN pembuat konten guna memberikan penjelasan dan pembinaan.
Mereka kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang muncul setelah video viral.
Salah satu perwakilan ASN mengaku tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu melalui konten tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas konten yang telah menimbulkan berbagai persepsi dan kegaduhan.”
“Kami tidak memiliki niat buruk maupun maksud lain selain membuat konten yang dianggap kreatif saat itu.”
Sementara itu, Pemprov Jambi menegaskan ASN harus bijak menggunakan media sosial dan menjaga citra institusi.
Karena itu, pemerintah mengingatkan seluruh ASN agar mematuhi aturan serta etika dalam membuat konten digital.
Ke depan, pembinaan penggunaan media sosial akan diperkuat guna mencegah kejadian serupa kembali terulang.
Dengan demikian, ASN diharapkan tetap kreatif tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai pelayan publik.















