Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo Bukan Gagah-Gagahan, Hasilkan Investasi dan Perkuat Posisi Indonesia

JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto bertujuan memperkuat diplomasi Indonesia secara strategis.

Pernyataan itu disampaikan Teddy menanggapi kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait intensitas perjalanan Presiden.

Menurut Teddy, pemerintah menghargai seluruh kritik yang disampaikan publik, namun masyarakat juga perlu melihat hasil nyata diplomasi.

Ia menilai sejumlah kritik berpotensi mengaburkan berbagai capaian penting yang berhasil diraih Indonesia melalui hubungan internasional aktif.

“Jangan sampai kritik yang disampaikan justru menutupi fakta dan hasil konkret yang sudah dicapai untuk kepentingan nasional.”

Teddy membantah anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden hanya menghabiskan anggaran negara tanpa memberikan manfaat signifikan langsung.

Ia menjelaskan setiap kelebihan biaya perjalanan Presiden ditanggung secara pribadi oleh Prabowo dan tidak membebani negara.

Selain itu, jumlah delegasi yang mengikuti kunjungan resmi juga telah dikurangi secara signifikan dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Menurut Teddy, diplomasi tatap muka tetap menjadi instrumen penting untuk membangun kepercayaan dan kedekatan antar pemimpin dunia.

Hubungan personal antar kepala negara dinilai mampu mempercepat kerja sama strategis sekaligus memperkuat posisi Indonesia global.

Berita Lainnya  Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan

Teddy menyebut sejumlah hasil diplomasi Presiden, termasuk keanggotaan Indonesia dalam BRICS serta kemajuan negosiasi perdagangan internasional.

Ia juga menyoroti peluang ekspor yang semakin terbuka, investasi baru bernilai besar, serta penguatan kerja sama ekonomi.

Menurutnya, keputusan Presiden bertemu langsung atau berkomunikasi melalui telepon selalu mempertimbangkan prioritas diplomatik nasional Indonesia.

Pemerintah memastikan setiap agenda luar negeri Presiden dirancang untuk mendukung kepentingan nasional dan memperluas manfaat ekonomi.