Waspada! Ini 5 Gejala Awal Campak pada Bayi yang Sering Disangka Flu Biasa

Jakarta – Orang tua perlu lebih waspada terhadap gejala awal Campak pada bayi. Pasalnya, pada tahap awal penyakit ini sering disangka sebagai flu biasa karena memiliki gejala yang hampir serupa.
Campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan dapat menyerang anak-anak maupun bayi. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Pada tahap awal, bayi yang terinfeksi campak biasanya mengalami demam tinggi. Suhu tubuh dapat mencapai lebih dari 38 derajat Celsius dan berlangsung selama beberapa hari. Kondisi ini sering membuat bayi terlihat lemas dan rewel.
Selain demam, gejala lain yang kerap muncul adalah batuk dan pilek. Karena gejala ini sangat mirip dengan flu biasa, banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal campak.
Gejala berikutnya adalah mata merah dan berair. Kondisi ini terjadi karena adanya peradangan pada bagian mata yang membuat bayi tampak tidak nyaman serta lebih sensitif terhadap cahaya.
Beberapa hari setelah demam muncul, biasanya akan terlihat ruam merah pada kulit. Ruam ini umumnya muncul pertama kali di area wajah atau belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, dada, hingga seluruh tubuh.
Selain itu, bayi juga dapat mengalami penurunan nafsu makan dan menjadi lebih rewel dari biasanya akibat rasa tidak nyaman yang ditimbulkan oleh infeksi virus tersebut.
Gejala campak biasanya muncul sekitar 7 hingga 14 hari setelah tubuh terpapar virus. Oleh karena itu, orang tua diimbau untuk segera memeriksakan bayi ke tenaga medis apabila mengalami demam tinggi disertai ruam dan gejala flu.
Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi telinga, pneumonia, bahkan radang otak yang berbahaya bagi kesehatan anak.
Para tenaga kesehatan juga mengingatkan pentingnya imunisasi campak sebagai langkah pencegahan paling efektif untuk melindungi anak dari penyakit ini.

Exit mobile version