Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menanggapi wacana kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan dengan menyebut bahwa besaran iuran saat ini masih relatif kecil dibandingkan pengeluaran masyarakat untuk rokok. Menurutnya, penyesuaian tarif perlu dipertimbangkan untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan nasional.
“Kalau kita lihat, iuran BPJS itu sebenarnya kecil dibandingkan pengeluaran masyarakat untuk rokok. Banyak orang habis ratusan ribu per bulan untuk rokok, tapi iuran BPJS jauh di bawah itu,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa (25/2/2026).
Budi menjelaskan, biaya layanan kesehatan terus meningkat setiap tahun seiring inflasi kesehatan dan perkembangan teknologi medis. Kondisi ini membuat pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus dihitung secara cermat agar tetap berkelanjutan.
“Biaya kesehatan itu inflasinya lebih tinggi dibanding inflasi umum. Teknologi makin maju, obat makin mahal, jadi pembiayaan harus disesuaikan supaya sistemnya tidak kolaps,” ujarnya.
Meski demikian, Menkes menegaskan bahwa kenaikan tarif BPJS Kesehatan masih sebatas wacana dan belum diputuskan pemerintah. Pembahasan akan melibatkan Kementerian Keuangan, BPJS Kesehatan, dan kementerian terkait lainnya dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
“Ini masih dihitung. Kita tidak bisa sembarangan menaikkan, harus melihat kemampuan bayar masyarakat dan dampaknya ke ekonomi,” jelas Budi.
Ia juga memastikan bahwa kelompok masyarakat miskin tidak akan terdampak langsung jika ada penyesuaian tarif. Pemerintah tetap menanggung iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) melalui anggaran negara.
“Untuk masyarakat miskin, tetap ditanggung pemerintah. Jadi tidak ada perubahan bagi mereka,” tegasnya.
Pemerintah saat ini tengah mengkaji berbagai skema penyesuaian iuran BPJS Kesehatan guna menjaga keberlanjutan pembiayaan program JKN, di tengah meningkatnya biaya pelayanan kesehatan nasional dari tahun ke tahun.
Wacana Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan, Menkes Sebut Iuran Lebih Rendah dari Pengeluaran Rokok
