Bogor – Pelayanan di Puskesmas Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah keluhan warga terkait sikap petugas yang dinilai kurang ramah viral di media sosial. Sejumlah pasien mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat mengurus layanan kesehatan maupun rujukan.
Keluhan tersebut mencuat usai beberapa warga membagikan pengalaman mereka yang merasa dimarahi hingga diperlakukan dengan nada ketus oleh oknum petugas puskesmas. Selain itu, sistem antrean online juga ikut diprotes karena dinilai membuat pasien yang datang lebih awal justru kalah antre dengan pendaftar daring.
Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Cisarua, dr. Eulis Irma Khumairoh, memberikan klarifikasi sekaligus mengakui adanya keterbatasan sumber daya manusia di fasilitas kesehatan tersebut.
Menurutnya, Puskesmas Cisarua saat ini hanya memiliki sekitar 30 pegawai untuk melayani lebih dari 70 ribu penduduk di wilayah Kecamatan Cisarua. Dalam sehari, jumlah pasien yang datang bahkan mencapai 195 hingga 200 orang.
“Kami akui memang ada keterbatasan SDM dan fasilitas. Namun kami terus melakukan evaluasi agar pelayanan bisa lebih baik,” ujar dr. Eulis seperti dikutip dari media lokal.
Pihak puskesmas juga disebut telah melakukan evaluasi internal serta mengajukan penambahan tenaga pegawai melalui skema BLUD guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, manajemen puskesmas mengaku telah mendatangi langsung beberapa pasien yang menyampaikan keluhan untuk melakukan klarifikasi dan meminta masukan.
Kasus ini pun memicu beragam reaksi dari masyarakat di media sosial. Banyak warganet berharap pelayanan kesehatan, khususnya di fasilitas pemerintah, dapat lebih humanis dan mengedepankan empati kepada pasien.
Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi konkret terkait kekurangan tenaga kesehatan agar pelayanan publik di Puskesmas Cisarua dapat berjalan lebih maksimal.















