Bali – Arus mudik di kawasan Pelabuhan Gilimanuk berubah menjadi situasi darurat setelah antrean kendaraan mengular hingga puluhan kilometer dan membuat ribuan pemudik terjebak berjam-jam di bawah panas terik.
Sedikitnya 17 pemudik dilaporkan pingsan akibat kelelahan dan paparan suhu tinggi. Korban didominasi pengendara sepeda motor yang minim perlindungan, bahkan seorang bayi harus dievakuasi karena kondisi kesehatannya menurun.
Kepadatan dipicu lonjakan volume kendaraan, khususnya roda dua, serta terbatasnya kapasitas jalan menuju pelabuhan. Situasi semakin diperparah dengan mendekatnya perayaan Hari Raya Nyepi yang membatasi aktivitas penyeberangan.
Pemerintah daerah dan operator penyeberangan akhirnya mengoperasikan puluhan kapal secara maksimal untuk mengurai antrean. Namun, langkah ini dinilai terlambat karena ribuan pemudik sudah lebih dulu terjebak dalam kondisi ekstrem tanpa fasilitas memadai.
Peristiwa ini menjadi sorotan sebagai lemahnya manajemen mudik dan kurangnya kesiapan menghadapi lonjakan arus penyeberangan.















