Terencana dan Sadis, Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Campuran Air Aki dan Cairan Pembersih Karat

JAKARTA – Kasus penyiraman cairan kimia terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, terungkap sebagai aksi yang dilakukan secara terencana dan tergolong sadis. Fakta tersebut terungkap dalam persidangan di Pengadilan Militer Jakarta.

Dalam sidang, oditur militer mengungkap bahwa aksi penyerangan melibatkan empat anggota aktif Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Mereka diduga telah merancang penyerangan sejak sehari sebelum kejadian.

“Perbuatan para terdakwa dilakukan dengan perencanaan matang, termasuk menyiapkan bahan dan menentukan cara penyerangan,” ungkap oditur militer dalam persidangan.

Rencana tersebut muncul dari rasa kesal terhadap aktivitas korban yang kerap menyuarakan kritik terhadap institusi TNI. Para pelaku kemudian sepakat tidak melakukan pemukulan, melainkan menggunakan cairan kimia agar memberikan efek lebih parah.

Cairan yang digunakan bukan air keras biasa. Para pelaku mencampur air aki bekas dengan cairan pembersih karat. Campuran berbahaya itu disiapkan di lingkungan satuan sebelum dimasukkan ke dalam wadah untuk digunakan saat eksekusi.

Aksi penyiraman terjadi pada malam hari di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Korban yang saat itu sedang melintas dibuntuti menggunakan sepeda motor. Saat berada di jarak dekat, pelaku langsung menyiramkan cairan tersebut ke arah tubuh dan wajah korban.

Berita Lainnya  Gempa M 6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Akibat serangan itu, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh. Bahkan, cairan tersebut juga berdampak pada kondisi matanya dan berpotensi menyebabkan kerusakan permanen.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena dinilai tidak hanya brutal, tetapi juga melibatkan aparat aktif dan dilakukan dengan perencanaan yang matang. Persidangan masih terus berlanjut untuk mengungkap secara rinci peran masing-masing terdakwa serta menentukan hukuman yang akan dijatuhkan.