Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan kebijakan penghapusan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Sabtu mampu menghemat anggaran negara hingga Rp1 triliun dalam sehari.
Menurut Juda, langkah tersebut merupakan bagian dari penajaman belanja pemerintah agar lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
“MBG misalnya, yang dulunya Sabtu diberikan makan siang gratis, sekarang itu dihilangkan. Satu hari itu bisa mengirit satu triliun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya program MBG tetap dijalankan pada hari Sabtu. Namun kebijakan itu dinilai kurang efektif karena siswa harus datang ke sekolah hanya untuk menerima makanan.
Dengan penghapusan tersebut, pemerintah memperkirakan penghematan bisa mencapai sekitar Rp4 triliun per bulan atau sekitar Rp50 triliun dalam setahun.
Selain itu, pemerintah juga menghentikan penyaluran MBG saat masa libur sekolah. Kebijakan ini diambil untuk memastikan program berjalan lebih tepat guna dan tidak sekadar formalitas.
Pemerintah turut melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Unit yang tidak memenuhi standar nutrisi akan dikenai sanksi, termasuk penghentian sementara operasional.
Juda menegaskan, penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga defisit APBN tetap terkendali di tengah tekanan global, sekaligus memastikan program prioritas benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.















