JAMBI – Teh Kerinci atau Teh Kayu Aro kembali menjadi sorotan dunia. Minuman khas dari Kabupaten Kerinci ini disebut pernah menjadi salah satu teh favorit mendiang Ratu Elizabeth II dan mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata Bulgaria.
Teh Kayu Aro diproduksi dari perkebunan teh yang berada di kaki Gunung Kerinci pada ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut. Perkebunan tersebut dikenal sebagai salah satu perkebunan teh hitam tertua dan terbesar di Indonesia, serta menjadi salah satu kebun teh dengan lokasi tertinggi di dunia setelah Darjeeling di India.
Cita rasa Teh Kayu Aro dikenal kuat dengan aroma khas karena diproses dari pucuk daun teh pilihan tanpa tambahan bahan kimia. Kualitasnya membuat teh asal Jambi ini diminati pasar internasional, terutama negara-negara di Eropa, Asia, dan Amerika Serikat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno, mengungkapkan bahwa Menteri Pariwisata Bulgaria, Zaritsa Dinkova, mengaku mengenal dan menyukai teh asal Kerinci saat kunjungan kerja di Bulgaria.
> “Beliau sangat mengenal teh Indonesia. Beliau senang dengan teh dari Kerinci,” ujar Sandiaga dalam keterangannya.
Sandiaga juga menyebut Teh Kerinci pernah diperkenalkan sebagai minuman favorit Ratu Elizabeth II dan Charles III ketika masih menyandang gelar Pangeran Charles. Pernyataan tersebut menjadi dorongan untuk memperluas promosi teh unggulan Indonesia di pasar internasional.
Selain memiliki nilai ekonomi, Perkebunan Teh Kayu Aro juga menjadi destinasi wisata unggulan di Jambi. Hamparan kebun teh yang luas dengan latar Gunung Kerinci menawarkan panorama alam yang menarik dan menjadi tujuan favorit wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
