Jambi – Teh Kayu Aro berasal dari kawasan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, di kaki Gunung Kerinci. Perkebunan ini dikenal sebagai salah satu kebun teh tertua dan tertinggi di dunia yang masih aktif berproduksi hingga sekarang.
1. Berdiri Sejak Era Kolonial Belanda
Perkebunan Teh Kayu Aro dibangun pada 1925 oleh perusahaan Belanda NV HVA (Handels Vereeniging Amsterdam). Infrastruktur perkebunan dan pabrik pengolahannya masih menjadi bagian penting dari operasional hingga saat ini.
2. Berada di Ketinggian Lebih dari 1.600 Meter
Kebun teh ini berada pada ketinggian sekitar 1.400–1.715 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis tersebut menghasilkan daun teh dengan aroma khas dan kualitas premium yang sulit ditandingi.
3. Menjadi Favorit Keluarga Kerajaan Eropa
Teh Kayu Aro dikenal sebagai minuman favorit keluarga kerajaan Belanda, mulai dari Ratu Wilhelmina hingga Ratu Beatrix. Bahkan, teh ini juga disebut sebagai salah satu teh favorit Ratu Elizabeth II karena kualitas dan aromanya yang khas.
4. Penghasil Teh Hitam Berkualitas Dunia
Kayu Aro terkenal sebagai produsen teh hitam premium yang diekspor ke berbagai negara Eropa seperti Belanda, Jerman, dan Inggris. Produk teh ini memiliki reputasi tinggi di pasar internasional.
5. Salah Satu Kebun Teh Terbesar di Indonesia
Dengan luas sekitar 2.500 hektare, Kayu Aro menjadi salah satu perkebunan teh terbesar di Indonesia. Hamparan kebunnya yang luas menjadikannya ikon wisata sekaligus pusat produksi teh nasional.
6. Pernah Dinikmati Pejabat Internasional
Pada 2023, Menteri Pariwisata Indonesia menyebut teh Kerinci menjadi minuman favorit Menteri Pariwisata Bulgaria saat kunjungan kerja ke negara tersebut. Hal ini semakin memperkuat reputasi Teh Kayu Aro di tingkat global.
7. Kini Menjadi Destinasi Wisata Unggulan Jambi
Selain menghasilkan teh berkualitas, kawasan Kayu Aro berkembang menjadi tujuan wisata alam populer. Wisatawan dapat menikmati panorama perkebunan hijau dengan latar megah Gunung Kerinci dan udara pegunungan yang sejuk.
Teh Kayu Aro bukan hanya komoditas perkebunan, tetapi juga warisan sejarah Jambi yang telah mengharumkan nama Indonesia hingga meja keluarga kerajaan Eropa.
