Sindikat “Mafia Dapur MBG” di Ciamis, Korban Rugi Rp135 Juta Demi Titik Koordinat

Ciamis – Dugaan praktik penipuan berkedok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di Kabupaten Ciamis. Sejumlah warga menjadi korban sindikat yang menjanjikan kemudahan mendapatkan proyek dapur MBG dengan imbalan setoran uang puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Salah satu korban, Hendra Juhara, mengaku telah menyetor uang sebesar Rp135 juta kepada seorang perantara berinisial YRM. Uang tersebut disebut sebagai biaya untuk mengaktifkan titik koordinat dapur MBG agar terdaftar dalam sistem resmi pemerintah.

Namun, setelah menunggu sesuai waktu yang dijanjikan, titik koordinat dapur tersebut tak kunjung muncul. Hendra pun menyadari dirinya menjadi korban dugaan penipuan.

Modus Janji Proyek dan ID Resmi
Para pelaku menggunakan modus menawarkan jalur cepat untuk mendapatkan proyek dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka meyakinkan korban dengan klaim dapat mengurus ID resmi serta memperlihatkan bukti tangkapan layar yang disebut berasal dari sistem pusat.

Tarif yang dipatok bervariasi, mulai dari Rp100 juta hingga Rp135 juta untuk satu titik lokasi dapur.
Diduga Libatkan Jaringan Terstruktur
Kasus ini diduga melibatkan jaringan terorganisir. YRM disebut berperan sebagai penghubung dengan korban. Sementara aliran dana disebut mengarah ke sosok lain berinisial AL yang diduga bertindak sebagai pengelola keuangan.

Adapun sosok berinisial OK yang disebut sebagai pihak utama dalam jaringan tersebut dilaporkan telah menghilang setelah menerima uang dari para korban.

Program MBG Disalahgunakan

Program MBG yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab sebagai sarana penipuan. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran proyek yang menjanjikan kemudahan instan di luar mekanisme resmi.

Pihak berwenang diharapkan segera mengusut kasus ini dan menindak para pelaku guna mencegah jatuhnya korban lain.

Exit mobile version