Jakarta – Fakta baru terungkap dalam persidangan kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Saksi Irvian Bobby Mahendro mengungkap adanya permintaan uang sebesar Rp3 miliar oleh terdakwa Immanuel Ebenezer, yang disamarkan dengan kode “3 meter”.
Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, Bobby menyebut permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Noel saat dirinya dipanggil ke ruangan terdakwa.
“Saya diminta membantu menyelesaikan masalah yang sedang berjalan. Waktu itu disebut ‘3 meter’, dan setelah saya pahami, maksudnya Rp3 miliar,” ujar Bobby di persidangan.
Menurut Bobby, permintaan tersebut berkaitan dengan upaya untuk menghentikan proses pemeriksaan yang tengah dilakukan oleh aparat penegak hukum terhadap perkara yang menjerat sejumlah pihak di Kemnaker.
Kronologi Permintaan Dana
Bobby menjelaskan, awalnya ia tidak memahami maksud istilah “3 meter” yang diucapkan Noel. Namun setelah dikonfirmasi, ia mengetahui bahwa istilah tersebut merupakan kode untuk nominal Rp3 miliar.
“Awalnya saya bingung dengan istilah itu. Tapi kemudian dijelaskan bahwa yang dimaksud adalah sejumlah uang,” jelasnya.
Setelah memahami maksud tersebut, Bobby mengaku berupaya memenuhi permintaan itu dengan mengumpulkan dana dari berbagai sumber.
Pengumpulan Dana Hingga Jual Mobil
Dalam persidangan terungkap, Bobby mengumpulkan uang dari sejumlah pihak internal. Ia menyebut menerima dana sekitar Rp1,2 miliar dari bawahannya, serta tambahan Rp300 juta dari sumber lain.
Tak hanya itu, ia juga mengaku harus menjual mobil pribadinya untuk menutupi kekurangan dana agar mendekati jumlah yang diminta.
“Sebagian saya kumpulkan dari internal, bahkan saya sampai menjual mobil pribadi untuk memenuhi kebutuhan dana itu,” ungkap Bobby.
Terkait Kasus Sertifikasi K3
Kasus ini diketahui berkaitan dengan dugaan praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan Kemnaker.
Jaksa penuntut umum sebelumnya mendakwa Noel terlibat dalam praktik pemerasan dan penerimaan gratifikasi dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Penegasan di Persidangan
Kesaksian Bobby menjadi salah satu bagian penting dalam mengungkap dugaan praktik pemerasan yang dilakukan secara sistematis, termasuk penggunaan istilah sandi untuk menyamarkan transaksi.
Majelis hakim masih akan melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi lainnya guna memperkuat pembuktian dalam perkara ini.
