Profil Dato’ Low Tuck Kwong, Pemenang Lelang Lukisan “Kuda Api” SBY Rp6,5 Miliar

JAKARTA – Nama konglomerat batu bara Dato’ Low Tuck Kwong kembali menjadi sorotan publik setelah memenangkan lelang lukisan “Kuda Api” karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan nilai fantastis mencapai Rp6,5 miliar.
Low Tuck Kwong dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia sekaligus pendiri PT Bayan Resources Tbk, perusahaan tambang batu bara raksasa yang berbasis di Kalimantan Timur.
Pria kelahiran Singapura, 17 April 1948 ini resmi menjadi warga negara Indonesia sejak 1992. Karier bisnisnya dimulai sejak usia muda di perusahaan konstruksi milik keluarganya di Singapura sebelum merantau ke Indonesia dan membangun kerajaan bisnis di sektor pertambangan.
Konglomerat Batu Bara dan Orang Terkaya Indonesia
Nama Low Tuck Kwong melejit sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dalam daftar Forbes. Pada Desember 2025, kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar US$24,9 miliar atau setara ratusan triliun rupiah.
Ia sering dijuluki sebagai “raja batu bara Indonesia” karena pengaruhnya yang besar di industri energi nasional, khususnya batu bara.
Meski memiliki kekayaan luar biasa, Low dikenal sebagai sosok yang jarang tampil di media dan publik. Ia lebih memilih bekerja di balik layar dan fokus mengembangkan bisnisnya.
Memenangkan Lelang Lukisan SBY
Low Tuck Kwong baru-baru ini menjadi pemenang lelang lukisan “Kuda Api” karya Susilo Bambang Yudhoyono dengan nilai penawaran tertinggi Rp6,5 miliar. Dalam proses lelang, ia mengungguli sejumlah pengusaha ternama lainnya, termasuk konglomerat Hermanto Tanoko.
Lelang tersebut digelar untuk tujuan sosial dan kemanusiaan, di mana dana yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu masyarakat prasejahtera.
SBY sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan lelang lukisan ini merupakan bagian dari komitmen pribadi untuk berbagi kepada masyarakat melalui karya seni.
Jarang Tampil di Publik
Berbeda dengan banyak konglomerat lainnya, Low Tuck Kwong dikenal sebagai pengusaha yang sangat low profile. Ia jarang memberikan pernyataan kepada media dan lebih memilih menjaga privasi kehidupan pribadinya.
Namun, kiprahnya di dunia bisnis membuat namanya terus masuk jajaran tokoh paling berpengaruh di sektor energi Indonesia.

Berita Lainnya  Perang AS–Iran Picu Lonjakan Harga Kondom Global