Jakarta – Presiden Prabowo Subianto sudah memperingatkan bawahannya agar tidak memberikan laporan palsu yang hanya bertujuan untuk membuatnya senang.
Peringatan itu disampaikan Prabowo saat acara tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu, (11/3/2026).
“Saya susah dapat laporan, mudah-mudahan ini laporan yang benar, jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu, laporan menyenang-nyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan, saya kasih peringatan keras ini,” kata Prabowo.
Pengamat politik Rocky Gerung menduga peringatan keras disampaikan sang kepala negara setelah dia mengetahui bahwa sejumlah menterinya berbohong.
“Saya duga Prabowo dapat bocoran bahwa selama ini beberapa menteri ngibul. Sangat mungkin Presiden mencurigai dari awal karena masyarakat sudah teriak bahwa gross [domestic product] enam persen, gross 5 persen itu bohong,” kata Rocky di kanal YouTube miliknya, Jumat, (13/3/2026).
Rocky lalu menyentil sejumlah data yang menurutnya tidak tepat. Salah satunya data tentang pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Misalnya data PHK itu disebut 100.000. Itu data BPS juga bohong, tuh. Karena untuk dapat data yang benar, tanya pada Apindo karena mereka yang melakukan PHK. Mereka mungkin bilang ini kalau datanya 100.000, dikali tiga saja. Artinya 300.000 PHK,” ucap Rocky.
Menurut mantan staf pengajar Universitas Indonesia itu, data-data lain yang patut dipertanyakan adalah data perumahan rakyat hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rocky menduga Prabowo pasti marah karena dapat bisikan bahwa sebagian menterinya hanya ingin dia senang. Prabowo, menurut Rocky, tidak mungkin tiba-tiba marah tanpa ada fakta yang diketahuinya.
Dia merasa mantan Danjen Kopassus itu ingin kembali kepada rasionalitas sehingga data-data harus disampaikan secara jujur. Di sisi lain, para menteri membaca kondisi psikologis Prabowo sehingga memilih memalsukan data.
“Ketua-ketua partai yang rawan di-reshuffle dalam kabinet pasti memuji-muji. Demikian juga mereka yang merasa bahwa akan ada perombakan kebijakan, akan ada kejujuran dalam komunikasi politik, mereka justru yang ketakutan,” ucap Rocky.
“Coba bayangkan bahwa Prabowo akhirnya mengerti bahwa ada juga pembohong di kabinetnya,” kata dia sembari tertawa.
