Prabowo Dikabarkan Akan Beli Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

JAKARTA – Rencana pembelian rudal BrahMos dari India kembali menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan mengenai pembiayaannya.

Nilai transaksi pengadaan rudal tersebut diperkirakan mencapai 450 juta dolar AS atau sekitar Rp7,3 triliun.

Informasi itu mencuat setelah sejumlah laporan menyebut Indonesia tengah menjajaki pengadaan sistem rudal supersonik BrahMos.

Rudal BrahMos dikenal sebagai salah satu rudal jelajah tercepat di dunia dengan kemampuan serangan presisi terhadap sasaran laut.

Pengadaan tersebut dikabarkan menggunakan fasilitas pembiayaan atau pinjaman dari lembaga keuangan nasional India.

Skema pembiayaan itu memunculkan kekhawatiran sejumlah ekonom terkait potensi bertambahnya beban utang pemerintah Indonesia.

Ekonom menilai pemerintah harus mengkaji secara matang manfaat strategis serta dampak fiskal sebelum merealisasikan pembelian alutsista.

Mereka mengingatkan setiap penambahan utang wajib mempertimbangkan kondisi keuangan negara dan kebutuhan pembangunan nasional lainnya.

Selain aspek pembiayaan, sejumlah pengamat juga menyoroti efektivitas sistem rudal tersebut untuk kebutuhan pertahanan Indonesia.

Versi ekspor BrahMos memiliki jangkauan sekitar 290 kilometer sesuai ketentuan pembatasan teknologi rudal internasional.

Pengamat menilai pemerintah perlu memastikan spesifikasi rudal sesuai kebutuhan pengamanan wilayah maritim Indonesia yang luas.

Berita Lainnya  Konflik Lahan Eks PT RKK Memanas, Warga Desa Puding Siap Gelar Aksi

Di sisi lain, pendukung pengadaan menilai BrahMos mampu meningkatkan daya gentar pertahanan Indonesia di kawasan strategis.

Kemampuan melesat dengan kecepatan supersonik membuat rudal tersebut sulit dideteksi dan dicegat sistem pertahanan lawan.

Pemerintah hingga kini belum memberikan penjelasan rinci mengenai skema pembiayaan maupun tahapan final pengadaan rudal tersebut.

Perdebatan pun berkembang antara kebutuhan memperkuat pertahanan nasional dan kehati-hatian menjaga stabilitas fiskal negara.

Keputusan akhir pengadaan BrahMos diperkirakan akan menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu mendatang.