Muaro Jambi – Transparansi pengelolaan program revitalisasi di SMAN 6 Muaro Jambi menuai sorotan. Sejumlah pihak internal sekolah terkesan saling lempar tanggung jawab saat dikonfirmasi terkait peran dan posisi mereka dalam kegiatan tersebut.
Saat dimintai keterangan, Ibu Alawiyah yang diketahui sebagai bendahara sekolah memberikan klarifikasi terkait keterlibatannya dalam proyek revitalisasi. Ia menegaskan tidak memiliki peran dalam pengelolaan anggaran kegiatan tersebut.
“Maaf ya Pak, saya bukan kepseknya, dan saya juga bukan bendahara revitalisasi,” ujar Alawiyah singkat saat dikonfirmasi.
Padahal, sebelumnya beredar informasi bahwa sejumlah pembelian barang dalam program revitalisasi dilakukan melalui dirinya. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait mekanisme pengelolaan anggaran serta siapa pihak yang bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah, Pak Eko, juga tidak memberikan penjelasan saat ditanya mengenai peranan dan posisinya dalam kegiatan revitalisasi. Ia memilih bungkam tanpa memberikan keterangan kepada awak media.
Kondisi ini semakin menimbulkan tanda tanya publik, terutama di tengah tuntutan keterbukaan informasi. Pihak sekolah terkesan tidak transparan dan justru mengarahkan seluruh penjelasan kepada Kepala Sekolah, Ibu Rina Marlina. Namun saat dikonfirmasi, ia hanya menjawab singkat, “InsyaAllah kita sudah melaksanakan kegiatan revitalisasi sesuai juknis bang,” tanpa menjawab pertanyaan konfirmasi yang diajukan.
Bersambung ….
