MALANG – Operasi penyelamatan dramatis di lereng Gunung Semeru berakhir sukses setelah tim SAR mengevakuasi Ananda Cakra Bhirawa.
Pemuda berusia 18 tahun itu bertahan hidup selama tujuh hari di dasar jurang sedalam sekitar 375 meter.
Peristiwa bermula ketika Cakra mendaki Gunung Semeru bersama dua rekannya melalui jalur ilegal kawasan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Warga setempat sebelumnya telah mengingatkan rombongan mengenai bahaya jalur tersebut dan kondisi medan yang sangat ekstrem.
Namun, rombongan tetap melanjutkan perjalanan hingga akhirnya Cakra kehilangan pijakan dan terjatuh ke jurang curam.
Dua rekannya segera mencari bantuan setelah menyadari mereka tidak mampu melakukan evakuasi secara mandiri.
Sebelum ponselnya kehabisan daya, Cakra sempat mengirimkan koordinat lokasi terakhir kepada keluarganya.
Informasi koordinat tersebut menjadi petunjuk penting bagi tim SAR dalam menentukan titik pencarian korban.
Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi dengan menembus hutan lebat, tebing curam, dan medan berbahaya.
Proses penyelamatan berlangsung sulit karena posisi korban berada di dasar jurang dengan akses sangat terbatas.
Tim SAR menggunakan metode vertical rescue dan hauling system untuk menjangkau sekaligus mengangkat korban.
Setelah berhasil mencapai lokasi, tim menemukan Cakra dalam kondisi sadar meski mengalami cedera serius.
Petugas medis langsung memberikan pertolongan pertama dan membidai kaki korban sebelum proses evakuasi dilakukan.
Evakuasi berlangsung perlahan karena tim harus memastikan keselamatan korban serta seluruh personel penyelamat.
Pada Jumat, 5 Juni 2026, tim akhirnya berhasil mengangkat korban dari dasar jurang menuju permukaan.
Keberhasilan tersebut disambut haru keluarga korban dan seluruh personel yang terlibat dalam operasi penyelamatan.
Setelah dievakuasi, Cakra langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani penanganan medis lebih lanjut.
Meski mengalami patah tulang dan kelelahan berat, kondisi korban dilaporkan stabil serta berhasil diselamatkan.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi pendaki agar tidak menggunakan jalur ilegal pendakian Gunung Semeru.
Selain membahayakan diri sendiri, penggunaan jalur terlarang juga meningkatkan risiko bagi tim penyelamat.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pendaki wajib menggunakan jalur resmi dan mematuhi seluruh aturan pendakian yang berlaku,” tegas petugas penyelamat usai evakuasi.















