Jakarta – Pemerintah membuka kesempatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bergabung sebagai Komponen Cadangan (Komcad) pada 2026 dengan seleksi ketat dan kuota terbatas dari Kementerian Pertahanan (Kemhan). Menteri PAN-RB Rini Widyantini menegaskan tidak semua ASN bisa langsung lolos karena harus memenuhi persyaratan yang diatur undang-undang.
“Ada persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi, bahkan Kemhan sudah menetapkan kuota,” ujar Rini.
Syarat utama ASN ikut Komcad 2026
ASN yang ingin mendaftar wajib memenuhi sejumlah kriteria, antara lain:
WNI berstatus ASN aktif berusia 18–35 tahun.
Mendapat izin tertulis dari atasan atau Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
Lolos tes kesehatan jasmani dan rohani sesuai standar militer, termasuk tinggi badan minimal pria 160 cm dan perempuan 155 cm.
Setia pada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 serta tidak memiliki catatan kriminal.
Bersedia mengikuti pelatihan dasar kemiliteran (Latsarmil) selama 2–3 bulan.
Untuk 2026, rekrutmen diprioritaskan bagi ASN di kementerian atau lembaga yang berkedudukan di Jakarta, dengan tahapan seleksi meliputi administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes fisik, hingga uji pengetahuan dan mental.
Gaji tetap dibayar penuh
Selama mengikuti Latsarmil, ASN tetap menerima gaji dan tunjangan penuh dari instansi asal. Setelah lulus, peserta akan memperoleh pangkat militer cadangan sesuai pendidikan terakhir, yakni Sersan Dua bagi lulusan SMA dan Letnan Dua bagi lulusan D3/S1.
Program ini diharapkan memperkuat sinergi sipil dan militer dalam menjaga pertahanan negara tanpa mengganggu tugas pelayanan publik ASN
Kriteria ASN Wajib Ikut Pelatihan Militer Komcad, Tetap Dapat Gaji dan Tunjangan















