Korban Penipuan Umrah Hanania Group Tembus 687 Orang

Salah satu korban penipuan umroh oleh hanania group

JAKARTA – Jumlah korban dugaan penipuan perjalanan umrah Hanania Group terus bertambah. Hingga Juni 2026, polisi menerima laporan 687 korban.

Polda Metro Jaya mencatat ratusan korban mengaku gagal berangkat umrah meski telah menyetorkan biaya perjalanan kepada perusah tersebut.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa puluhan saksi dan korban secara bertahap.

Polisi menetapkan Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan Rachman, sebagai tersangka dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan.

Selain memeriksa korban, penyidik juga mengembangkan kasus dengan menelusuri aliran dana serta operasional perusahaan perjalanan umrah.

Sebanyak 70 saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap mekanisme penghimpunan dana dan dugaan pelanggaran dilakukan tersangka.

Penyidik turut memanggil sejumlah selebgram dan influencer yang pernah mempromosikan paket perjalanan umrah Hanania Group sebelumnya.

Pemeriksaan terhadap influencer dilakukan guna mengetahui peran mereka dalam pemasaran serta penyebaran informasi kepada masyarakat.

Sebelumnya, polisi menerima laporan awal dari 128 calon jemaah dengan total kerugian yang ditaksir mencapai Rp12,1 miliar.

Seiring dibukanya posko pengaduan, jumlah korban terus bertambah hingga mendekati 700 orang dari berbagai daerah Indonesia.

Berita Lainnya  Napi Korupsi “Ngopi” di Kafe, Supriadi Dipindah ke Nusakambangan, Karutan Kendari Dicopot

Perwakilan korban menyebut nilai kewajiban pengembalian dana yang harus ditanggung perusahaan diperkirakan mencapai Rp60 miliar.

“Kami masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban untuk melapor dan menyerahkan dokumen pendukung,” kata penyidik.

Polda Metro Jaya mengimbau korban yang belum melapor segera mendatangi posko pengaduan dengan membawa bukti transaksi.

Kasus Hanania Group menjadi salah satu dugaan penipuan umrah terbesar tahun ini dengan jumlah korban terus bertambah.