Sorotpost – Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, melontarkan pernyataan keras terkait meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ia mengecam tindakan militer Israel terhadap Iran dan menyinggung kemungkinan konflik nuklir jika eskalasi terus berlanjut.
Pemerintah Korea Utara menilai serangan yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran merupakan tindakan agresi yang melanggar kedaulatan suatu negara.
Pyongyang memperingatkan bahwa langkah tersebut berpotensi memperburuk situasi keamanan global.
Kim Jong Un disebut semakin menyoroti pentingnya kekuatan nuklir negaranya sebagai alat pertahanan. Menurutnya, senjata nuklir menjadi faktor penangkal utama untuk melindungi negara dari ancaman militer pihak luar.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik antara Israel dan Iran yang memicu kekhawatiran dunia internasional. Sejumlah pihak menilai situasi tersebut dapat memperluas konflik di kawasan dan meningkatkan risiko konfrontasi berskala besar.
Hubungan antara Korea Utara dan Israel sendiri diketahui tidak memiliki hubungan diplomatik dan kerap diwarnai sikap saling kritik. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Pyongyang juga secara terbuka mendukung Iran dalam menghadapi tekanan dari Israel dan sekutunya.
Pengamat menilai komentar Kim Jong Un juga merupakan sinyal politik untuk menegaskan kembali posisi Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir di tengah dinamika geopolitik global yang semakin memanas.















