Kemarau Melanda, Enam RT di Sarang Burung Muaro Jambi Krisis Air Bersih

MUARO JAMBI — Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat Desa Sarang Burung, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Sedikitnya enam Rukun Tetangga (RT) di desa tersebut kini mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Enam wilayah yang terdampak yakni RT 02, RT 07, RT 08, RT 09, RT 10 dan RT 11.

Sekretaris Desa Sarang Burung, M Sardini, mengatakan dari total 14 RT yang ada di Desa Sarang Burung, enam RT saat ini menjadi wilayah yang paling terdampak kekeringan.

“Dari 14 RT, yang memang butuh air ada enam, yakni RT 02, 07, 08, 09, 10, dan 11. Sekarang warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Sardini.

Kondisi tersebut terjadi setelah musim kemarau berlangsung cukup lama. Sumber air yang selama ini digunakan masyarakat mulai berkurang sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Persoalan air bersih bukan kali pertama terjadi di Desa Sarang Burung. Pada musim kemarau sebelumnya, warga juga pernah mengalami kondisi serupa hingga terpaksa memanfaatkan sumber air alternatif untuk mandi dan mencuci.

Di tengah kondisi tersebut, keberadaan sumur bor menjadi salah satu sumber air alternatif bagi masyarakat. Sebelumnya, sumur bor pertanian dan program TNI AD Manunggal Air juga telah membantu warga Sarang Burung menghadapi persoalan kekeringan.

Namun, dengan kembali meningkatnya dampak kemarau, kebutuhan pasokan air bersih bagi warga tetap menjadi perhatian.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan air bersih, terutama bagi wilayah yang sumber airnya mulai mengering dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan warga.

Krisis air bersih akibat kemarau ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya ketersediaan sumber air yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang setiap tahun rawan mengalami kekeringan.

Exit mobile version