MUARO JAMBI — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Londerang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, belum sepenuhnya padam. Memasuki hari keenam penanganan, dua titik api kembali terpantau menyala.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla di kawasan Londerang belum selesai. Bara api masih berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah, terutama karena lokasi kebakaran berada di kawasan gambut.
Sebelumnya, tim gabungan telah berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Operasi melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD serta unsur perusahaan dan masyarakat.
Karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar mati karena bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah dan kembali muncul ketika kondisi mendukung.
Pada penanganan sebelumnya, tim gabungan juga menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air serta akses menuju lokasi yang sulit. Sumber air pemadaman antara lain memanfaatkan kanal di sekitar kawasan terbakar.
Upaya pemadaman bahkan melibatkan helikopter water bombing. Namun, proses pendinginan tetap harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kebakaran yang kembali muncul berpotensi meluas apabila tidak segera diisolasi dan dipadamkan.
Terlebih, Londerang merupakan wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut yang sangat rentan terhadap kebakaran berulang. Karena itu, pemantauan setelah pemadaman menjadi sama pentingnya dengan proses pemadaman itu sendiri.
Sebelumnya, pada penanganan Karhutla di Londerang, puluhan personel gabungan telah dikerahkan dengan berbagai peralatan pemadam. Tim melakukan penyisiran terhadap sisi api sekaligus pendinginan area yang telah terbakar.
Pada 31 Agustus 2026, Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada bahkan turun langsung ke lokasi untuk memimpin proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara di bawah permukaan gambut benar-benar teratasi.
Kini, dengan kembali munculnya dua titik api pada hari keenam, penanganan Karhutla Londerang kembali menghadapi tantangan.
Api boleh terlihat kecil, tetapi di lahan gambut, bara yang tersembunyi bisa menjadi ancaman besar.
