Kadiskes Muaro Jambi Bungkam Soal Program ” Sikulup Gratis” 2026, Dinilai Abaikan Program Unggulan Bupati

Oplus_16908288

MUARO JAMBI – Kejelasan kelanjutan program “Si Kulup Gratis” tahun 2026 di Kabupaten Muaro Jambi hingga kini belum terjawab. Program yang sebelumnya disebut sebagai bagian dari 12 program unggulan dalam Panca Cita Muaro Jambi itu kini tak terdengar realisasinya.

Bupati Bambang Bayu Suseno (BBS) sebelumnya menegaskan komitmennya menghadirkan program sunat gratis tersebut untuk membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.

“Program Si Kulup Gratis ini kita hadirkan untuk meringankan beban masyarakat. Khitan adalah kebutuhan penting bagi anak laki-laki, dan pemerintah hadir untuk memastikan pelayanan kesehatan bisa diakses secara gratis dan layak,” ujar BBS dalam pernyataan sebelumnya.

Ia juga menekankan bahwa program tersebut diharapkan berjalan berkesinambungan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah daerah.

Namun memasuki tahun 2026, publik mempertanyakan implementasi program tersebut. Sejumlah upaya konfirmasi kepada Dinas Kesehatan disebut belum mendapatkan penjelasan resmi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, dr Aang Hambali, yang memiliki kewenangan teknis dalam pelaksanaan program kesehatan daerah, ideal mengerti dan mampu memberikan keterangan terkait status program tersebut bukan sebaliknya memilih bungkam.

Sebagai kepala dinas, dr Aang Hambali memiliki tugas dan fungsi strategis sebagai kepanjangan tangan kepala daerah di sektor kesehatan. Dinas Kesehatan bertanggung jawab membantu bupati dalam merumuskan, mengoordinasikan, serta melaksanakan kebijakan di bidang kesehatan, termasuk memastikan program prioritas daerah diterjemahkan ke dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan di lapangan.

Berita Lainnya  KPK Petakan Celah Korupsi Program MBG, Soroti Dugaan Mark Up Bahan Pangan

Jika “Si Kulup Gratis” memang merupakan bagian dari 12 program unggulan Panca Cita, maka keberlanjutannya menjadi bagian dari tanggung jawab institusional Dinas Kesehatan. Transparansi informasi kepada publik dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi mengenai dihentikan atau tidaknya program tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi terkait pelaksanaan “Si Kulup Gratis” tahun 2026.

Dinas kesehatan merupakan sektor pelayanan dasar selain pendidikan, tentu hal hal mendasar seperti ini dibutuhkan masyarakat apalagi kabupaten Muaro Jambi mempunyai demografi yang sangat luas. Bukan sebaliknya memilih dan bersikap diam atas kebutuhan informasi dari masyarakat dibidang Kesehatan.