TANJUNG JABUNG TIMUR, JAMBI — Warga Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, menggelar aksi damai dengan menutup sementara akses jalan operasional PT ENECALL dan PT CNG, Rabu (2/9/2026).
Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Warga menuntut kedua perusahaan yang menjalankan aktivitas usaha di wilayah Desa Pangkal Duri agar memberikan prioritas dalam perekrutan tenaga kerja kepada masyarakat lokal.
Aksi dipimpin langsung Kepala Desa Pangkal Duri, Abdul Wahab, yang bertindak sebagai koordinator aksi.
Berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang ditujukan kepada Kapolsek Mendahara, aksi diperkirakan diikuti sekitar 5 hingga 15 orang. Kegiatan berlangsung secara damai, tertib dan kondusif.
Kepala Desa Pangkal Duri, Abdul Wahab, menegaskan bahwa tuntutan utama warga adalah agar perusahaan memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat setempat.
«“Kita meminta pihak perusahaan untuk memperkerjakan tenaga lokal. Untuk apa mereka usaha di desa kami, tapi penduduk lokal tidak direkrut?” ujar Abdul Wahab.»
Menurutnya, pemerintah desa telah beberapa kali berupaya meminta audiensi dengan pihak perusahaan untuk membahas persoalan tersebut. Namun, upaya tersebut disebut belum mendapatkan respons sebagaimana yang diharapkan.
“Saya selaku kepala desa mempunyai kewajiban dan tanggung jawab agar masyarakat bisa bekerja di perusahaan yang berusaha di desa kami,” tegasnya.
Abdul Wahab menilai keberadaan perusahaan di wilayah Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur semestinya memberikan dampak positif secara langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga lokal.
Ia juga menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi warga secara damai. Jika tuntutan masyarakat tidak mendapat respons, pemerintah desa bersama warga akan membawa persoalan tersebut ke tingkat Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Aksi ini bentuk protes dan menuntut perusahaan agar memperkerjakan pekerja lokal. Kami akan membawa ini ke kabupaten jika tuntutan kami tidak dipenuhi,” pungkas Abdul Wahab.
Warga berharap manajemen PT ENECALL dan PT CNG segera membuka ruang dialog dengan pemerintah desa dan masyarakat guna mencari solusi terkait transparansi serta porsi penyerapan tenaga kerja lokal di wilayah operasional perusahaan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak manajemen PT ENECALL maupun PT CNG terkait tuntutan warga tersebut.
