Impor 105 Ribu Pikap-Truk India untuk Kopdes Merah Putih Dibiayai Himbara, Cicilan Capai Rp 40 Triliun per Tahun

Oplus_16908288

JAKARTA – Pemerintah memastikan rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan dibiayai melalui pinjaman perbankan nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pembiayaan tersebut bersumber dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Skema cicilan pinjaman diperkirakan mencapai Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan.
“Setiap tahun kewajiban pinjaman ini akan dicicil sekitar Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, kebijakan tersebut tetap mengikuti arahan Presiden RI yang menekankan pentingnya memprioritaskan industri otomotif dalam negeri. Karena itu, implementasi program dilakukan dengan pertimbangan matang, termasuk dampaknya terhadap sektor industri nasional.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memastikan belum ada keputusan resmi terkait penundaan impor.
“Dokumen dan kontrak ini, saya akan memintakan waktu kepada Pak Dasco untuk menyampaikan kepada beliau juga,” kata Joao.
Kendaraan yang akan diimpor diketahui berasal dari dua produsen otomotif asal India, yakni Mahindra & Mahindra Ltd. dan Tata Motors. Seluruh unit tersebut direncanakan untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih di berbagai wilayah.
Joao menegaskan, penolakan terhadap rencana impor tersebut bukan berasal dari pemerintah ataupun masyarakat secara luas, melainkan dari individu dan kelompok tertentu.

Berita Lainnya  Petugas Penangkap Ikan Sapu-Sapu Diganjar Rp25 Ribu per Kg dan Tiket Gratis ke Ancol