Hanya Dapat Dua Siswa Baru, Guru SDN 2 Plandaan Rela Iuran Demi Belikan Seragam

TULUNGAGUNG – Di tengah persaingan penerimaan murid baru yang semakin ketat, SDN 2 Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi sekolah negeri di sejumlah daerah.

Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariyah, mengungkapkan bahwa jumlah siswa di sekolahnya kini hanya 16 orang dari kelas 1 hingga kelas 6. Penurunan jumlah peserta didik telah berlangsung sejak 2017, bahkan dalam dua tahun terakhir sekolah hanya memperoleh dua murid baru setiap tahunnya.

Pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat masyarakat. Para guru mendatangi taman kanak-kanak, berkoordinasi dengan kepala sekolah dan guru TK, hingga mengunjungi rumah calon siswa secara langsung. Namun, hasilnya belum sesuai harapan karena banyak orang tua lebih memilih sekolah lain.

Minimnya jumlah murid dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari lokasi sekolah yang berada di belakang balai desa sehingga kurang terlihat, hingga beredarnya anggapan di masyarakat bahwa SDN 2 Plandaan sudah lama tutup, padahal kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa.

Meski dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ikut menurun karena jumlah siswa sedikit, semangat para guru tidak surut. Mereka secara sukarela mengumpulkan iuran dari penghasilan pribadi untuk membantu kebutuhan sekolah, termasuk membelikan seragam, sepatu, buku, alat tulis, hingga perlengkapan belajar bagi siswa baru.

Selain membantu perlengkapan sekolah, guru juga memberikan perhatian lebih kepada para siswa karena jumlah murid yang sedikit memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih intensif.

Siti Komariyah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyerah mempertahankan keberadaan sekolah. Baginya, memberikan pendidikan kepada anak-anak tetap menjadi prioritas meski harus menghadapi berbagai keterbatasan.

Exit mobile version