PEKANBARU – Seorang eks finalis ajang Puteri Indonesia yang kini menjalani penahanan di Lapas Pekanbaru mengungkap kondisi mentalnya selama berada di balik jeruji.
Perempuan tersebut mengaku mengalami tekanan psikologis sejak menjalani proses hukum hingga akhirnya ditempatkan di lembaga pemasyarakatan. Ia menyebut situasi itu menjadi ujian berat dalam hidupnya.
Meski demikian, mantan finalis kontes kecantikan tersebut berusaha tetap kuat menghadapi proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengaku terus mencari cara menjaga kondisi mental agar tidak semakin terpuruk.
Dalam keterangannya, ia mengatakan dukungan keluarga dan orang-orang terdekat menjadi sumber kekuatan utama selama menjalani masa tahanan.
“Yang paling berat itu kondisi mental. Saya berusaha kuat dan tetap berpikir positif menghadapi semua proses ini,” ujarnya.
Pihak lapas memastikan seluruh warga binaan, termasuk tahanan perempuan tersebut, mendapatkan hak pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain layanan kesehatan fisik, pihak lembaga pemasyarakatan juga menyediakan pendampingan dan pembinaan untuk membantu menjaga kondisi psikologis para penghuni lapas.
Kasus yang menjerat eks finalis Puteri Indonesia itu masih berproses. Aparat penegak hukum terus melanjutkan tahapan penanganan perkara sesuai prosedur yang berlaku.
