BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 23,36 Juta Orang, Terbanyak di Pulau Jawa

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 23,36 juta orang. Meski angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya, persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan secara persentase tingkat kemiskinan nasional berada di angka 8,25 persen dari total penduduk. Penurunan ini mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi masyarakat secara umum.
“Jumlah penduduk miskin secara nasional mengalami penurunan, baik dari sisi jumlah maupun persentasenya. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi ekonomi masyarakat,” ujar Amalia dalam keterangannya.
Namun demikian, Amalia menegaskan bahwa penurunan tersebut belum merata di seluruh wilayah. Berdasarkan sebaran regional, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, yakni lebih dari 12 juta orang atau sekitar separuh dari total penduduk miskin nasional.
“Konsentrasi penduduk miskin masih cukup tinggi di Pulau Jawa karena wilayah ini memiliki jumlah penduduk yang besar. Oleh sebab itu, penanganan kemiskinan perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah,” jelasnya.
Sementara itu, wilayah Kalimantan tercatat sebagai kawasan dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit dibandingkan pulau lainnya. Meski demikian, BPS menilai setiap wilayah memiliki tantangan dan karakteristik kemiskinan yang berbeda.
Dari sisi wilayah tempat tinggal, BPS mencatat tingkat kemiskinan di perdesaan masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Kendati demikian, penurunan angka kemiskinan terjadi baik di wilayah desa maupun kota.
Amalia menambahkan, penurunan tingkat kemiskinan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain stabilitas harga kebutuhan pokok, penyaluran bantuan sosial, serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar penurunan kemiskinan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat berkelanjutan,” tegas Amali

Berita Lainnya  Isu Harga Pertamax Naik Ramai, Pertamina: Belum Ada Pengumuman Resmi