JAKARTA — Bareskrim Polri menyatakan hingga kini belum menemukan indikasi unsur kesengajaan dalam insiden blackout massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Jumat (22/5/2026). Penyelidikan masih difokuskan pada dugaan gangguan teknis di jaringan transmisi listrik tegangan ekstra tinggi (SUTET).
Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim bersama Puslabfor Polri dan PT PLN telah melakukan pemeriksaan di titik putus sambungan SUTET 275 kV di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Dari lokasi tersebut, tim menemukan konduktor atau kabel penghantar listrik yang putus dan langsung diamankan sebagai barang bukti untuk diuji di laboratorium forensik.
Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni mengatakan, hasil pemeriksaan sementara belum mengarah pada adanya sabotase maupun intervensi manusia.
“Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu,” ujarnya.
Sebelumnya, PT PLN mengungkapkan gangguan awal diduga berasal dari sistem transmisi 275 kV antara Muaro Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang dipengaruhi cuaca ekstrem. Gangguan tersebut kemudian memicu efek berantai hingga menyebabkan pemadaman listrik besar di berbagai wilayah Sumatera.
Blackout yang terjadi sejak Jumat malam itu berdampak pada jutaan pelanggan dan ratusan gardu induk di Sumatera. Pemerintah bersama PLN kini diminta memperkuat sistem backbone kelistrikan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.















