Amuk Massa di Mesuji, Ponpes Nurul Jadid Dibakar Usai Dugaan Kasus Asusila Pimpinan Pondok

Mesuji – Amarah warga di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung memuncak hingga berujung aksi pembakaran Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jumat malam (8/5/2026). Aksi massa itu diduga dipicu dugaan kasus asusila yang menyeret pimpinan pondok pesantren setempat.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat kobaran api melalap bangunan ponpes sementara warga berkerumun di sekitar lokasi. Situasi sempat memanas sebelum aparat kepolisian turun melakukan pengamanan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari membenarkan adanya insiden pembakaran tersebut. Ia mengatakan warga sebelumnya meminta pimpinan ponpes meninggalkan lokasi karena diduga terlibat kasus pencabulan.

“Dari serangkaian penyelidikan, massa meminta pemilik ponpes ini untuk tidak lagi berada di ponpes tersebut. Mereka menyatakan bahwa pimpinan ponpes melakukan pencabulan,” ujar Yuni, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, masyarakat telah memberikan waktu agar yang bersangkutan meninggalkan lingkungan pesantren. Namun hingga batas waktu yang diberikan, pimpinan ponpes disebut masih berada di lokasi.

“Sudah diberikan waktu, namun massa terus memantau kondisi di sana dan mendapati pemilik ponpes masih bertahan hingga akhirnya massa yang marah melakukan perusakan dan pembakaran,” lanjutnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mesuji AKP M Prenata Al Ghazali mengatakan pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Polisi juga telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran.

“Benar, video yang beredar itu adalah pembakaran terhadap bangunan di Ponpes Nurul Jadid yang dilakukan oleh massa,” kata Prenata.

“Ada satu orang yang telah diamankan dan saat ini kami masih terus mengembangkan kasus tersebut,” sambungnya.

Kapolsek Mesuji Timur IPDA Andri Fernandes mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat penegak hukum.

“Mari kita sama-sama menjaga keamanan agar tetap kondusif. Jangan ada lagi kejadian serupa. Serahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada kepolisian,” tegasnya.

Kepala Desa Tanjung Mas Jaya, Suyanto, turut menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut. Ia mengaku menyesalkan aksi anarkis yang terjadi meski memahami kekecewaan masyarakat.

“Saya selaku kepala desa mewakili masyarakat meminta maaf kepada jajaran Polsek Mesuji Timur atas insiden yang terjadi,” ujarnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aksi pembakaran maupun dugaan kasus asusila yang menjadi pemicu kemarahan warga.

Exit mobile version