JAKARTA – Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi kembali bertambah. Hingga 8 Mei 2026, tercatat sebanyak 20 jemaah meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Selain itu, puluhan jemaah lainnya masih menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan di sejumlah fasilitas medis di Arab Saudi.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ichsan Marsha, mengatakan pemerintah terus memantau kondisi kesehatan jemaah dan memastikan seluruh layanan diberikan secara maksimal.
“Terkait data jemaah wafat, hingga 8 Mei 2026 tercatat 20 jemaah wafat di Arab Saudi. Kami menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan seluruh hak layanan jemaah terpenuhi sesuai prosedur,” ujar Ichsan dalam keterangannya.
Empat jemaah terbaru yang dilaporkan meninggal dunia yakni Ngadikin Harjowiyono (56) asal Kulon Progo, Sibiatun Saji (72) asal Lamongan, Munisah Ijil Muhammad (87) asal Lombok Tengah, dan Siti Totou Umar (67) asal Ternate.
Sementara itu, Kemenhaj mencatat sebanyak 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 352 jemaah lainnya dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Hingga kini, sebanyak 77 jemaah masih menjalani perawatan intensif.
Mayoritas gangguan kesehatan yang dialami jemaah disebabkan kelelahan fisik, gangguan jantung, hingga radang paru-paru yang dipicu cuaca panas ekstrem di Makkah dan Madinah.
Pemerintah mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan mengatur aktivitas ibadah, memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung diri dari panas, serta segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan.
Kondisi suhu di Arab Saudi saat ini diketahui mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius, sehingga jemaah diminta tidak memaksakan diri saat menjalankan aktivitas ibadah di luar ruangan.
